Sedan, 3 Agustus 2024 - Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam program GIAT 9 Desa Sedan melaksanakan Program Kakak Asuh bagi Anak Stunting rutin mingguan. Program ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan dukungan kepada anak-anak yang mengalami stunting, dengan harapan dapat meningkatkan status gizi dan kesehatan mereka.
Program Kakak Asuh ini melibatkan mahasiswa UNNES sebagai mentor yang memberikan edukasi dan pendampingan gizi, serta melakukan pemantauan perkembangan anak-anak stunting di Desa Sedan. Setiap kakak asuh bertanggung jawab atas beberapa adek asuh, memastikan mereka mendapatkan asupan gizi yang cukup dan menjalani pola hidup sehat.
Mellanni selaku koordinator mahasiswa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam mengatasi masalah stunting di Desa Sedan. "Kami berharap melalui pendampingan intensif ini, anak-anak dapat mengalami perbaikan gizi dan tumbuh dengan lebih sehat," ungkap Mellanni.
Salah satu orang tua peserta program, Ibu Siti, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa UNNES. "Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Anak saya jadi lebih terpantau gizinya dan saya juga mendapatkan banyak informasi tentang cara menyediakan makanan yang sehat," kata Ibu Siti.
Program Kakak Asuh ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam upaya penanggulangan stunting di Desa Sedan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan anak-anak.